Pengalaman yang berharga menjadi Relawan di Lombok

Hai.
Jadi aku kali ini akan bercerita sesuatu yang berbeda dari biasanya, nah kalian pasti masih ingat kan beberapa bulan yang lalu gempa bumi mengguncang Lombok hingga sangat parah dan ratah dengan tanah dibagian-bagian daerah tertentu.

Itu kejadian di Bulan Agustus dan di tanggal 19 Agustur 2018 gempa mengguncang dg kekuatan 7,0 Magnitudo, pada keesokan harinya aku diajak teman untuk berangkat ke Lombok alangka baiknya berangkat dengan membawa donasi jadi kita tunda sekitar 1 minggu dengan mengumpulkan donasi dari teman-teman sosial media.

Cus kita berangkat tanggal 26 Agustus 2018 di jam 10 malam perjalanan dari Bali-Lombok kita menggunakan Kapal, tepat jam 4 subuh dijemut pick up untuk menuju ke posko dimana kita akan bermalam disana, Fajar terbit dengan begitu indah ditemani dengan kopi yang hangat dan teman-teman baru disana yang sudah bangun bercakap-cakap kejadian disana.

Setelah itu jam menunjukan pukul 09:00 kita berkemas-kemas akan menuju desa Lembah Sari dimana ini desa yang menurut aku masih cukup terpencil keberadaan nya dengan kondisi rumah mereka yang sudah rusak bahkan sudah rata dengan tanah mereka bermalam di perkebunan beratap terpal beralaskan matras dan ada juga kasur, 1 tenda bisa menampung hingga 3 KK.

Sesampainya disana itu hati ku lagsung ingin menangis melihat mereka yang begitu tegar menghadapi semua ini, kita smua disambut dengan sangat ramah oleh warga disana dan banyak banget anak-anak kecil SD-SMA gitu yang udh kumpul disana mengajak kita bermain karena mereka sangat butuh hiburan akhirnya kita bermain game dengan mereka meskipun mereka lumayan susah dikasih tau tapi aslinya mereka baik, mungkin karena mereka kurang kasih sayang dan perhatian jadi mereka sangat ingin di perhatiin.

Sambil bermain kita mendengar jeritan hati mereka yang sangat amat menyedihkan dimana mereka sangat ketakutan dengan apa yang telah terjadi, gempa yang menghancurkan tempat tinggal mereka bahkan ada yang sampai kehilangan anggota keluarga mereka, anak-anak kecil yang sudah ditinggal orang tua nya untuk menjadi TKI mereka masih tegar menghadapi semua ini (mayoritas warga di Lembah Sari pekerjaan nya petani dan TKI)
Selama 2 hari kita berada di Lambah Sari berbagi kebahagiaan dengan mereka, meski kita tak bisa memberi banyak tapi ingin melihat mereka tersenyum kembali.


Aku disana tinggal di Posko seperti gedung serba guna gitu di Mataram dimana aku bergabung dengan komunitas Karang Taruna Jaya Sakti Matara, ada teman-teman dari UGM,UNUD dan lain-lain. Yang memberi banyak pelajaran dan pengalaman supaya kita selalu bersyukur dan memiliki rasa solidaritas sesama manusia.

Next hari ke 5 berada di lombok aku bersama relawan lain nya menuju desa Guntur Macan
dimana ini desa yang sangat terpencil bahkan bisa dibilang disni mereka masih primitif karena mereka masih hidup di bukit dan rumah 1 ke rumah yang lain itu menurut aku sangat jauh harus menaiki atau menuruni bukit itu lagi.
tempat yang sunyi dengan gemuru angin,air dan binatang yang masih sangat alami itu membuat hati tenang dan damai, bahkan di desa ini sinyal untuk internet saja tidak bisa dijangkau jadi disna kita sangat-sangat menikmati susasana disna dengan warga dan tman-teman lain nya.

Kita datang di pagi hari sekitar jam 9 kita sudah ditempat lalu kita memang merencanakan membuat Rumah Belajar yang nantinya akan dibuat tempat belajar, mengaji dan dll oleh masyarakat disana.
Sembari menunggu rumah belajar relawan perempuan membatu memasak dg beberapa warga pengungsian disna untuk makan siang bersama, nah paling seru itu ini karena disana masih menggunakan tungku gitu jadi bukan yang elpigi mereka masih menggunakan kayu bakar.


Kita juga mengadakan lomba mewarnai dan mengambar dengan anak-anak kecil disana sehabis mereka pulang sekolah, Senang rasanya melihat keceriaan dari mereka yang sangat antusias untuk bermain dan berlomba, dengan wajah polos mereka yang penuh harapan dan keceriaan harus mersasakan kesedian dan kepedihan bencana ini yang seharusnya tidak menyaksikan kesedian ini tapi apadaya ini kehendak yang Maha Kuasa, ohya mereka menempu jarak sekitar 4km untuk menuju sekolah mereka dan itu mereka jalan kaki karena akses jalan yang tidak bisa digunakan untuk sepeda, aku bahkan kaget ketika dikasih tau sama mereka tapi mereka masih semangat untuk menempu pendidikan dan belajar.


Kita juga malam hari mengadakan yasinan karena disna setiap hari jumat ada acara yasinan dan kebetukan kita disana pas hari jumat, mendekatkan diri kepada Allah adalah sangat penting dan disana kita belajar "bagaimanapun keadaan kita, kita harus ingat kepada Allah."
Hari selanjutnya telah tiba dimana kita harus balik ke posko yang di Mataram (kita camp 1 hari disana) pagi-pagi sudah menghirup udara segar karena disekeling hanya pepohonan yang sangat rindang, suara sejuk yang terdengan dari air sungai yg mengalir dengan burung-burung berkicau membangunkan ku pagi hari ini dan harus berpisah dengan warga disana yang membuat hati sedih.

Masih banyak yang kita lakukan disana  dengan mengirimkan bantuan logistik diberbagai daerah yang terkena bencana disana, tapi hanya segini yg bisa saya bagi buat kalian semoga bermanfaat ya, Dan selama 1 minggu di Lombok aku banyak belajar bagaimana kita bersyukur masih diberi kesehatan dan tempat tinggal yang masih nyaman, mempunyai teman-teman relawan yang baru setiap ada yang pulang ke kampung halaman pasti ada pertanyaan (Kapan balik kesini lg, sering-sering main kesini) yaps meski baru 1 minggu berasa udah seperti keluarga banget.

Dia bilng (kak jgn pulang, disni aja besok main kesini lg ya nanti main sama kita, kalau ke Lombok kesini ya)

Beberapa teman" relawan disna.



15 comments:

Faizah jafar said...

Wawww Keren akak menjadi relawan tentu sangat dibutuhkan sekali yaa, semoga selama akak disana meringkan beban dan menghibur korban

imam said...

Pemulihan mental juga sangat penting buat anak-anak korban bencana ya..

Semoga jadi amal ibadah dan gusti Allah kasih kebaikan buat para relawan di sana...

Playingwitharvi said...

Alhamdulillah ummu, semoga berkah 😍
Seru banget kayanya kalo bisa bantu langsung kaya gitu, salur sama ummu 💕

3835 said...

Mantap Ummu....

Arifa Nuryani Suprapto said...

Ummu... Andaikan trauma ku sudah hilang akibat gempa jogja beberapa tahun yg lalu, aku juga pengen bisa berkunjung menguatkan mereka, menghibur mereka... Kalau kamu kembali kesana, sampaikan salamku untuk tetap kuat, Dan tegar. Allah selalu Ada Dan memberikan semua yang Kita butuhkan.. 😢

Auda Zaschkya said...

Wah...sungguh mulia yang kamu lakukan.

Beautyasti1 said...

Keren bebh, ga semua anak muda mau jadi relawan di tempat tempat bencana seperti ini. Lanjutkan!!

Rima Angel said...

Mbaknya yang jadi sukarelawan juga keren banget. Aku sempat ada niat juga cuma masih agak ragu dan terhalang aktifitas lainnya yang padat. Huhu :(

Ola Ayu Puspasari said...

MashaAllah merinding banget bacanya.. semoga pahala kamu jadi relawan berlipat ganda ya beb, amiinn

ANNE ANI said...

kereeen ummu pengalamanmu bener bener berharga banget buat hidup *ak yg bc jd pengen nangis hiks

Ummu Habibahh said...

Hihihi makasi

Ummu Habibahh said...

Sangat pnting untuk ank" pdhl pas disna lg ada gempa susulan gk kerasa saking asik nya bermain 😂.

Ummu Habibahh said...

Hihihi makasi kak

Ummu Habibahh said...

Mungkin kk perlu juga ni buat jadi relawan disana sekalian menghilangkan trauma dg membantu mereka juga.

Ummu Habibahh said...

Makasi kak amiiin

Powered by Blogger.